Cara Belajar Desain Grafis Bagi Pemula Secara Otodidak

Mungkin anda saat ini sedang senang dengan desain grafis, karenanya anda berusaha mengetahui berbagai hal seputar desain grafis, dan anda juga mulai membuat desain grafis sendiri menggunakan software desain grafis yang anda pelajari secara otodidak. Ada banyak literatur digital yang bisa kita gunakan untuk belajar desain grafis, dari yang bersifat texbook seperti ebook atau buku desain grafis dalam bentuk digital lainnya maupun tutorial video lainnya yang juga mudah ditemukan di berbagai channel youtube dengan niche desain grafis.

cara mudah belajar desain photosop untuk pemula

Pada artikel kali ini saya akan memberikan tips cara belajar desain grafis bagi pemula secara otodidak, bahasan dalam artikel ini berdasarkan pengalaman penulis pada saat belajar desain grafis, yang belajarnya juga secara mandiri alias otodidak, bukan melalui lembaga formal seperti sekolah maupun lembaga non formal seperti kursus desain.

#1. Kuasai Satu Software Desain Terlebih Dahulu

Ada banyak software desain grafis saat ini, baik yang berbayar maupun yang fri lisensi (orang menyebutnya gratis). Software-software tersebut sangat menggoda untuk kita pelajari semua, padahal tidak semua software desain harus kita kuasai, untuk pembelajar pemula cukup fokuskan pada satu software desain grafis saja.

Dapatkan satu software desainĀ  grafis, pelajari dan kuasai sampai anda cukum mudah menggunakan berbagai fitur yang tersedia dalam software tersebut untuk membuat berbagai produk desain grafis.

Penulis sendiri pada saat belajar hanya fokus pada satu software desain grafis, yaitu Adobe Photosop. Padahal saat itu penulis juga sangat tertarik dengan software desain grafis lainnya seperti Corel, Gimp, Adobe Ilustrator dan Indesign.

Dan ketika penulis sudah mulai nyaman, mampu membuat berbagai produk desain grafis menggunakan Photosop, barulah penulis belajar Adobe Ilustrator, Indesign, dan software pendukung untuk kebutuhan desain grafis lainnya. Sekalipun banyak software desain grafis yang kita kuasai, pada akhirnya kita akan selalu menggunakan software desain yang menurut kita mudah (karena seringnya menggunakan software tersebut).

#2. Langsung Praktik Membuat Desain

Prinsip belajar langsung praktik saja adalah cara terbaik untuk cepat menguasai software desain grafis, dan cepat pula dalam menguasai cara membuat produk desain grafis.

Dimulai dari membuat desain yang sederhana, kalau di Photosop bisa mulai dari belajar mengedit Photo secara sederhana seperi memotong (croping), menggabungkan, mengatur gelap terang. Dari belajar edit photo sederhana tersebut nantinya kita akan paham mengenai pengatura layer, opacity, masking dan seterusnya.

Untuk panduan praktik, kita bisa melihat tutorialnya melalui blog atau youtube. Kalau sudah cukup lancar dalam mengikuti salah satu tutorial, cobalah membuat produk desain grafis, juga dengan melihat contoh desain orang lain. Gunakan teknik ATM (amati, tiru dan modifikasi), teknik ini cukup membantu dalam meningkatkan kemampuan mendesain.

Berlatih, berlatih dan terus berlatih!

#3. Sering-sering Lihat Desain Orang Lain

Sering-seringlah browsing dan lihat berbagai produk desain grafis hasil karya orang lain yang sudah profesional dibidangnya. Dari seringnya melihat produk desain grafis yang sudah jadi tersebut, kita akan terinspirasi untuk mencoba membuat produk yang sama dengan konten yang berbeda, atau mungkin nantinya kita modifikasi sehingga menghasilkan hasil desain yang berbeda.

Koleksi sumber referensi

Sebagai pembelajar pemula, alangkah baiknya jika menemukan sumber referensi yang menarik, misalnya website yang didalamnya menyajikan tutorial dan contoh produk desain grafis yang menurut kita “keren” maka buatlah lis daftar websitenya dan simpan di komputer kita, agar sewaktu-waktu membutuhkan kita bisa cepat menemukannya.

Itu yang penulis lakukan pada saat belajar desain grafis, bahkan sampai sekarang juga seperti itu jika menemukan sumber referensi yang menarik, maka penulis akan mengarsipkan alamat sumber referensi tersebut.

Bukan cuma website yang menampilkan tutorial dan produk desain grafis, tapi penulis juga mengkoleksi alamat website yang berisi properti yang sering penulis gunakan untuk kebutuhan desain. Misalnya website dengan konten Font kreasi, website dengan konten gambar / foto gratis, website yang berisi konten vektor dan konten properti desain grafis lainnya.

Koleksi desain orang

Di salah satu direktori komputer penulis berisi banyak desain orang lain yang didapat dari internet. Seperti desain kartu nama, brosur, banner, logo dan produk desain grafis lainnya. Semua produk desain grafis tersebut sengaja penulis simpan, gunanya untuk bahan inspirasi (baca: contekan) manakala penulis hendak membuat produk desain grafis yang sama.

Untuk pembelajar pemula, membuat desain dengan mencontek konsep desain orang lain merupakan hal yang wajar, karena dengan melihat desain orang lain cenderung akan memudahkan dalam membuat desain grafis dengan produk yang sama. Misalnya kita akan membuat desain brosur, maka akan lebih mudah apabila kita dalam membuatnya sambil melihat contoh brosur yang sudah jadi milik orang lain.

Seiring berjalannya waktu dan anda sudah naik level ke level mahir, maka contoh-contoh desain orang lain tersebut hanya akan menjadi sumber informasi dari trend desain saat ini.

#4. Miliki Buku Praktikum Desain Yang Tepat

Betul ada banyak panduan dan tutorial di ineternet, baik dari wesbite / blog dengan genre desain maupun dari video tutorial desain grafis di youtube.

Tapi semua panduan tersebut tidak runtut, alias hanya pada satu topik pembuatan desain tertentu saja, dan kalau kita ingin belajar yang lainnya maka kita harus mencari sumber lainnya, untuk itu penulis sarankan agar anda memiliki satu buku desain grafis yang materinya berisi materi praktikum secara terstruktur.

Berdasarkan pengalaman penulis ketika belajar desain grafis secara otodidak, dan kesulitan-kesulitan yang dialami selama mengumpulkan sumber belajar yang relevan, maka penulis membuat satu buku praktikum untuk anda yang ingin mahir membuat berbagai produk desain grafis menggunakan software Adobe Photosop.

Buku praktikum ini sangat cocok untuk pembelajar pemula, karena materi yang ada dalam buku benar-benar dibuat terstruktur dari yang termudah ke yang tersulit. Dan disajikan dengan petunjuk gambar yang jelas, bahasa pengantar yang mudah dipahami, dan produk yang dibuat adalah produk desain grafis populer yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Lihat daftar isi materi buku praktikum tersebut disini: Buku desain grafis photosop untuk pemula

#5. Bersabar Dalam Belajar Desain

Yang terakhir, bersabarlah. Ya betul, dalam belajar menguasai software desain grafis tersebut tidak semudah apa yang ditampilkan orang lain pada konten tutorial di websitenya atau chanel youtubenya. Kadang yang mereka sampaikan sulit dipahami, karena terlalu cepat atau short cut yang mereka gunakan membuat kita semakin ketinggalan dan bingung.

Kalau tidak mau bersabar untuk terus belajar, maka kita akan segera mengucap “good bye” belajar desain grafis. Kuatkan niat bahwa anda harus bisa menguasai sofware desain dan bisa membuat berbagai produk desain grafis. Bersabarlah dalam waktu tidak lama lagi, dengan kegigihan anda berlatih dan mempraktikan langkah-langkah membuat desain grafis dari sumber belajar yang relevan maka anda akan segera mampu membuat produk desain grafis yang produknya memiliki nilai jual.

Dapatkan Buku Desain Grafis Photosop Sekarang juga!

Buku yang akan membuat anda jago desain grafis menggunakan Photosop
Cocok untuk siswa SMA/SMK, Mahasiswa, Guru, Dosen, Instruktur lembaga kursus komputer, dan umum. Dijamin anda 100% bisa Photosop!
Tanya-tanya Dulu Chat WA 081319513609 (klik)