Cara Mengajar Praktik Membuat Spanduk Secara Mudah Dan Terstruktur

Cara mengajar membuat spanduk ini bisa anda praktikan kepada siswa anda, atau peserta kursus dan workshop yang sedang anda pandu saat ini. Cara mengajar ini merupakan alur mengajar yang bisa anda terapkan pada saat kegiatan praktikum membuat produk desain grafis berupa banner/spanduk.

cara mengajar membuat spanduk

Hallo saya admin bukudesaingrafis.com akan memberikan tahapan-tahapan yang bisa anda ikuti pada saat memberikan materi praktikum pembelajaran desain grafis baik di sekolah maupun di kelas lainnya seperti lembaga kursus, les privat ataupun workshop. Tahapan-tahapan ini bermanfaat sekali agar waktu yang anda gunakan epektif, dan produk yang dikerjakan bisa selesai, sehingga siswa atau peserta belajar lainnya memperoleh pengalaman belajar yang sangat berharga yang akan menjadi modal dasar mereka untuk berinovasi membuat produk-produk desain grafis lainnya yang lebih bernilai jual.

Persiapan Mengajar

Semuanya butuh perencanaan yang matang agar hasilnya maksimal. Begitupun dalam hal mengajar praktik membuat desain grafis spanduk. Sebagai guru, atau instruktur yang baik maka anda harus membuat rencanaan mengajar yang matang.

1. Siapkan Lesson Plan / Skenario Pembelajaran / RPP
Rencana mengajar sering pula disebut lesson plan, skenario pembelajaran, atau yang umum disebut RPP, alias rencana pelaksanaan pembelajaran, dalam proses pembuatannya mengacu pada aturan yang baku yang ditetapkan masing-masing satuan pendidkan / lembaga. Silahkan anda menggunakan model perencanaan mengajar sesuai dengan yang baku pada satuan pendidikan / lembaga anda.

Untuk jenis atau model format rencana mengajar yang akan anda buat silahkan gunakan yang termudah!

Contoh perencanaan mengajar desain grafis lihat disini

Buatlah yang bersifat to the point, langsung pada intinya, karena kegiatan yang akan dilakukan bersifat praktikum.

2. Siapkan contoh produk
Untuk apa menyiapkan contoh produk? Untuk memberikan gambaran tentang produk yang akan dibuat.

Selain memberikan gambaran tentang produk yang akan dibuat, contoh produk juga menjadi stimulus untuk memacu motivasi peserta belajar dalam menumbuhkan semangat praktikiknya untuk bisa membuat produk serupa atau mirip dengan contoh produk yang kita tampilkan.

Contoh produk tersebut bisa berupa digital yang ditampilkan di layar menggunakan proyektor, atau memang contoh produk spanduk yang sebenarnya (produk jadi).

Atau bisa keduanya. Menampilkan digital spanduk, baik dalam bentuk tampilan file projek pada software desain grafis, print previewnya, dan hasil cetaknya (produk jadi). Sehingga peserta belajar dapat merasakan secara langsung proses pembuatan produk yang akan dipraktikan.

Contoh cara membuat spanduk dan beberapa template spanduk bisa anda unduh disini

3. Siapkan bahan-bahan yang akan digunakan untuk praktik
Siapkan pula bahan-bahannya. Maksudnya bahan-bahan yang akan digunakan dalam praktik pembuatan spanduk oleh peserta belajar.

Apa saja bahan-bahan yang harus anda siapkan?

Seperti foto atau gambar-gambar pendukung yang akan ditampilkan pada spanduk, font style yang sudah anda download dan tinggal diinstalasi ke laptop peserta belajar, teks yang akan dituliskan pada spanduk, kode warna (agar peserta belajar lebih mudah dalam memilih warna), dan ukuran spanduk tentunya.

Semua bahan-bahan tersebut anda kumpulkan dalam satu folder (di winzip lebih baik). Folder tersebut bisa anda distribusikan ke para peserta belajar, tekniknya sesuai dengan kondisi kelas, mau didistribusikan menggunakan server jika kelasnya sudah dibuat jaringan. Atau disimpan di medi penyimpanan online (google drive misalnya) nantinya peserta tinggal mendowload. Atau membagikannya secara konvensional, copy – paste melalui flasdrive.

4. Pastikan sofware desain grafis sudah terinstal
Pastikan software desain grafis yang akan digunakan pada pembelajaran praktik membuat spanduk ini sudah terinstalasi di laptop yang akan digunakan oleh peserta belajar. Jika laptop / PC yang digunakannya di fasilitasi lembaga, maka pastikan semua software tersebut sudah terinstal dan tidak trouble.

Jika yang digunakan adalah milik masing-masing peserta belajar, pastikan pula peserta belajar tersebut sudah menginstalnya.

Untuk jaga-jaga masih ada yang belum terinstal, sebaiknya anda menyiapkan software desain grafis portable nya, agar bisa langsung digunakan di laptop peserta belajar tanpa harus menunggu proses penginstalan yang nantinya mengurangi durasi waktu belajar.

Sofware desain grafis yang biasa digunakan untuk mendesain spanduk;
– Adobe Photosop
– Corel Draw
– Ink Space
– Adobe Ilustrator
Gunakan salah satu software saja, jangan menggunakan lebih dari satu software hanya utuk belajar membuat produk spanduk.

5. Siapkan modul belajarnya
Agar peserta belajar lebih mudah mengikuti instruksi praktik, sebaiknya anda menyiapkan modul panduan praktikumnya.

Jangan berikan buku umum yang mudah ditemukan di toko buku, sebab buku-buku tersebut biasanya tidak spesifik menampilkan tutorial cara membuat produk desain grafisnya, karena memang kaidah pembahasan buku memang seperti itu. Berbeda dengan buku, modul menampilkan step by step panduan penggunaan tools software dalam pembuatan produk desain grafis.

Kabar baiknya, kami sudah membuatkan Modul Desain Grafis Photosop tersebut, jika anda memerlukannya silahkan melihat terlebih dahulu daftar isi dan reviewnya di halaman toko kami ini.

Pelaksanaan Mengajar

Pada saat pelaksanaan mengajar, tentunya anda sudah sangat siap, sebab anda sudah mempersiapkan semua kebutuhan mengajar anda.

Saatnya membimbing para peserta belajar yang ingin mampu membuat produk desain grafis berupa spanduk dengan telaten dan profesional.

1. Buka kegiatan praktik dengan wajah cerah anda
Ketika masuk ruangan, yang pertamakali dilihat adalah wajah anda, tapi bukan rupawan atau tidak, melainkan cerah atau kusut. Wajah yang cerah akan memberikan semangat kepada para peserta belajar, setidaknya wajah cerah akan memberi aura positif terhadap keberlangsungan belajar hari itu.

Kalau anda siap dan sudah yakin dengan persiapan mengajar anda, pastinya wajah anda akan terlihat cerah, karena memang anda sangat siap. Tapi kalau sebaliknya, anda tidak punya persiapan sama sekali, bisa dipastikan kegugupan akan terlihat di wajah anda sekalipun anda adalah profesional desain grafis.

2. Awali dengan Do’a dan opening yang sederhana
Doa adalah spirit, makanya jangan lewatkan ritual ini. Terlepas anda adalah guru praktik, yang biasanya to the point, mengawali kegiatan belajar dengan berdo’a terlebih dahulu sangat disarankan.

Setelah berdo’a, buat kata pengantar (opening) untuk membuka komunikasi anda dan peserta belajar agar situasi berjalan cair. Cukup kata-kata sederhana saja, seperti menanyakan kabar atau membuka percakapan dengan membahas info berita terhangat hari ini.

3. Masuk ke materi praktik
Setelah kegiatan 1 dan 2 sudah, saatnya anda menggunakan waktu seepektif mungkin untuk memberikan materi praktik.

Lakukan dengan tidak terburu-buru, ulangi apabila ada peserta yang tertinggal atau belum paham.

Urutan langkahnya dimulai dari membuat ukuran lebar dan tinggi spanduk yang akan dibuat, dan resolusi yang akan digunakan.

Kemudan pembuatan layer, pemberian nama layer, penerapan warna pada layer dan penerapan perpaduan beberapa warna untuk background termasuk gradient warna.

Berikutnya setelah background sudah tersedia, saatnya memasukan dan menempatkan photo/gambar baik untuk cover maupun pengkap identitas dan info grafis linnya.

Pada proses ini mungkin peserta akan belajar memotong gambar atau memodifikasinya agar tampil lebih menarik. Untuk itu, materi memotong dan modifikasi gambar sebaiknya dipraktikan di beberapa pertemaun awal, disebutnya materi dasar.

Ini tak lain agar tidak menghambat kegiatan pembuatan produk jadi, seperti pembuatan spanduk ini. Dalam struktur kurikulum SMK biasanya materi memotong gambar ada pada mata pelajaran dasar-dasar desain grafis pada rumpun dasar bidang keahlian.

Setelah gambar / foto sudah ditempatkan pada posisi yang tepat sesuai dengan prinsip desain grafis, berikutnya tinggal pemberian title ( teks) sesuai informasi yang ingin disampaikan ke publik. Jenis, ukuran dan warna huruf disesuaikan dengan tata letak agar tampil harmoni dan memenuhi unsur-unsur dan prinsip desain grafis lainnya.

Setelah semuanya selesai, saatnya melihat hasil previewnya. Dan menyimpanya dalam format gambar.

Terakhir,
Selama proses mengajar tersebut, tentunya anda harus melihat durasi tiap proses, jika alokasi waktunya 2 jam maka anda harus membagi durasi menit untuk tiap prosesnya sehingga waktu yang 2 jam tersebut benar-benar epektif.

Penutup

Jika peserta belajar ingin merasakan benar proses belajarnya, hasil desain mereka sebaiknya langsung di cetak sehingga mereka dapat melihat langsung hasil karya desain mereka. Biasanya ada kebanggaan tersendiri manakala seorang yang baru belajar desain kemudian mencetak dan melihat hasil desainnya. Ini akan memotivasi mereka untuk membuat karya-karya baru dengan kualitas desainnya yang mereka tingkatkan. Karena semakin sering mereka membuat karya desain, maka akan semakin meningkat pula insting desainnya.

Dapatkan Buku Desain Grafis Photosop Sekarang juga!

Buku yang akan membuat anda jago desain grafis menggunakan Photosop
Cocok untuk siswa SMA/SMK, Mahasiswa, Guru, Dosen, Instruktur lembaga kursus komputer, dan umum. Dijamin anda 100% bisa Photosop!
Tanya-tanya Dulu Chat WA 081319513609 (klik)