Menerapkan Prinsip Desain Grafis

Prinsip-prinsip Desain Grafis merupakan point penting yang harus diketahui, dipahami, dan diterapkan oleh para pembelajar desain grafis agar produk desain yang dihasilkan bukan cuma menarik secara visual tapi memenuhi standar keilmuan dibidang desain grafis.

Prinsip-prinsip Desain Grafis dan Contohnya

Mungkin ada statement seperti ini; “saya kalau mendesain tidak pernah mikirin prinsip-prinsip desain grafis, yang penting desain yang saya buat hasilnya terlihat bagus”

Betul, pada dasarnya pada saat seseorang sedang mendesain tidak perlu dirumitkan dengan prinsip-prinsip desain grafis. Tapi pada akhirnya hasil desain yang bagus tersebut pasti akan memenuhi prinsip-prinsip desain grafis tersebut, entah sebelumnya direncanakan untuk memenuhi prinsip-prinsip desain grafis atau tidak.

Karena prinsip-prinsip desain grafis ini melekat pada setiap hasil produk desain, maka sebaiknya kita mengetahui prinsip-prinsip desain grafis tersebut, setelah mengetahui kemudian memahami dan terakhir mengaplikasikannya dalam setiap produk desain yang dibuat.

7 Prinsip Desain Grafis

Ada 7 prinsip desain grafis yang sudah menjadi prinsip baku yang sudah ditulis dalam banyak judul buku desain grafis, dan diajarkan pada jurusan desain grafis atau desain komunikasi visual.

1. Komposisi (Composition)

Komposisi atu composition dalam bahasa inggris, atau componere dalam bahasa latin artinya penggabungan. Pada dasarnya suatu komposisi merupakan suatu penggabungan dari banyak bagian menjadi satu bentuk yang serasi.

Misalnya kita akan membuat sebuah brosur yang didalamnya terdapat objek gambar, teks, warna, dan bentuk kurva untuk mempercantik detail. Penempatan objek-objek yang sesuai antara gambar, teks dan kurva tersebut akan menghasilkan komposisi desain yang menarik.

Untuk mampu menempatkan objek-objek pada posisi yang tepat sehingga menghasilkan komposisi yang pas diperlukan banyak latihan, semakin sering membuat produk desain maka tingkat kepekaan terhadap penempatan objek akan semakin terasah.

2. Keseimbangan (Balance)

Untuk melihat keseimbangan suatu desain dari ukuran, warna, tekstur, dan lain sebagainya agar produk desain yang dihasilkan terlihat serasi.

Keseimbangan dibagi dua, yaitu;

  • (1) Keseimbangan Simetris, yaitu keseimbangan yang antara sisi yang satu dengan yang lainnya terlihat sama, tapi terkesan statis.
  • (2) Keseimbangan Asimetris, yaitu keseimbangan dengan tampilan tidak beraturan (dinamis) tapi jika dilihat masih terlihat sama baik ukuran maupun berat.

Contoh sederhana dalam mengaplikasikan prinsip keseimbangan pada saat membuat brosur lipat tiga, antara bagian kiri, tengah dan kanan harus pas, kalau tidak pas berarti tidak seimbang.

3. Irama (Rythm)

Dalam disain irama diaplikasikan dalam perulangan. Misalnya mengulang-ulang bentuk yang sama, warna yang sama dan seterusnya.

Contoh sederhana dalam mengaplikasikan prinsip perulangan ini adalah, ketika membuat desain batik dimana si desainer akan membuat objek yang sama.

4. Perbandingan (Proportional)

Perbandingan erat kaitannya dengan ukuran, dan bentuk bidang lainnya dalam komposisi desain.

Prinsip proposional mirip dengan keseimbangan, tapi lebih menitikberatkan pada ukuran. Contoh sederhananya dalam pembuatan desain, pada saat membuat karakter orang, antara tangan dan kaki tidak sama bisanya ukuran tangan lebih pendek dibanding kaki. Kalau tangan lebih panjang dari kaki, itu disebut tidak proporional.

5. Kesatuan (Unity)

Antara sau elemen dengan elemen lainnya pada komposisi desain harus saling berkaitan sehingga produk desain yang dihasilkan dapat dipandang serasi (harmoni).

Dalam penerapannya, bahwa semua yang berkaitan dengan prinsip-prinsip desain harus terpenuhi, itulah yang disebut unity.

6. Penekanan (Emphasis)

Obyek / area yang lebih ditonjolkan dalam sebuah komposisi desain grafis sehingga mengundang perhatian.

Contoh sederhana dalam menerapkan prinsip Emphasis, ketika kita membuat Poster iklan layanan masyarakat “cantik itu tidak harus putih”, kita akan menampilkan deretan foto wanita berkulit putih, tapi salah satunya berkulit hitam dan foto tersebut diletakan ditengah-tengah wanita berkulit putih.

7. Kesedarhanaan (Simplicity)

Tidak berlebihan, atau dilebih-lebihkan merupakan point penting dari prinsip kesederhanaan. Produk desain grafis yang baik, adalah produk dengan desain yang tidak berlebihan dalam komposisi dan lain sebagainya sehingga dapat diterima oleh siapapun.

Contoh aplikatif dari prinsip kesederhanaan ini, adalah desain tampilan mesin pencari Google. Dengan latar putih, nama Google dengan warna khas biru merah kuning hijau, dan kotak pencarian ditengahnya terlihat lebih menarik dibanding dengan Bing atau Yahoo yang memiliki tampilan lebih rumit. Itulah yang disebut Simplicity atau kesederhanaan.

Yuk Praktikan Prinsip Desain Grafis

Teori-teori Prinsip Desain Grafis diatas tidak akan terasa manfaatnya jika tidak aplikasikan langsung dalam proses pembuatan produk desain grafis.

Untuk itu silahkan berlatih membuat berbagai rancang dan produk desain grafis, baik media dalam ruang, media luar ruang atau desain kemasan dan jenis produk desain grafis lainnya. Semakin sering mengerjakan produk desain grafis, maka kemampuan mengaplikasikan prinsip-prinsip desain grafis akan semakin terasah pula, dan pada akhirnya akan meningkatkan kemampuan membuat produk desain grafis yang menarik dan diterima oleh pemirsa tentunya.

Bagi anda yang sedang belajar mengaplikasikan prinsip desain grafis, dan belum mahir, atau bahkan belum pernah belajar membuat berbagai produk desain grafis menggunakan software Adobe Photosop, kami sudah membuatkan sebuah Panduan Belajar Membuat Produk Desain Grafis menggunakan Adobe Photosop.

Panduan tersebut berbentuk Buku Digital. Apa saja materinya, dan bagaimana cara mendapatkannya, silahkan mengunjungi halaman toko kami ini!

Penutup

Sebagai penutup bahasan, saya menggaris bawahi, bahwa pengetahuan teoritis tentang Prinsip-prinsip Desain Grafis akan sangat bermanfaat sebagai acuan, atau standar mutu pada saat kita mengerjakan produk desain grafis. Dan percayalah, dengan memahami prinsip-prinsip desain grafis tersebut dan dengan seringnya berlatih mengaplikasikannya pada proses pembuatan desain grafis, lambat laun kita akan mampu menjadi desainer profesional dibidang diesain grafis. Selamat mencoba!

Dapatkan Buku Desain Grafis Photosop Sekarang juga!

Buku yang akan membuat anda jago desain grafis menggunakan Photosop
Cocok untuk siswa SMA/SMK, Mahasiswa, Guru, Dosen, Instruktur lembaga kursus komputer, dan umum. Dijamin anda 100% bisa Photosop!
Tanya-tanya Dulu Chat WA 081319513609 (klik)